Usai Xandao, Mantan Gelandang Villarreal Ini Selekasnya Diumumkan Persija?

Persija Jakarta dengan resmi memperkenalkan Alexander Reame Xandao. Usai pemain bertahan dari Brasil ini, seorang kandidat gelandang asing Persija mulai terbuka. Nama Joan Tomas Campasol kabarnya juga selekasnya diumumkan.

Sebagaimana diketahui, pada jendela transfer fase ke 2 Persija mengincar 2 bintang asing anyar jadi pengganti Bruno Matos dan Steven Paulle. Nama Xandao telah diumumkan, tingal 1 pemain berposisi gelandang asing anyar.

Nah akhir-akhir mencuat, seorang Campasol yang kabarnya akan cepat diumumkan Persija. Nama mantan bintang Celta Vigo itu juga masuk di dalam ciri-ciri yang dibilang CEO Persija, Ferry Paulus.

Ferry pernah mengatakan jika pemain berposisi gelandang ini 6 musim dengan cara berturut-turut bermain di La Liga dan paling akhir membela salah 1 tim Liga Super di Eropa. Campasol memang semenjak 2008 sampai 2013 bermain di La Liga, yaitu kala membela Villarreal dan Celta Vigo.

Yang terbaru, Campasol juga membela tim Liga Super Yunani, Lamia. Pemain berposisi gelandang 34 tahun ini juga sudah kerja sama dengan Banuelos ketika membela tim Siprus, AEK Larnaca pada 2013-2019. Banuelos sendiri pernah jadi asisten manajer tim ini dari 2014 sampai 2016.

Saat dikonfirmasi, Ferry Paulus tetap malu-malu menganggapnya. “Wah, siapa ini? hehe tunggu saja, ” berkata Ferry pada media di Kantor Persija, Rasuna Office Park, Jumat (30/8).

“Sabtu ia telah datang dan kemungkinan bakal kami perkenalkan. Minggunya jika memungkinkan bakal segera kami mainkan kontra Badak Lampung, ” pungkas ia.

Albin Ekdal Ajak Pemain Homoseksual Berani Ungkap Jati Diri

Hak-hak kesetaraan gender kerap didengungkan di dunia sepakbola, mencakup tentang orientasi seksual para pelakunya. Hal itu juga yang tengah disuarakan bintang Sampdoria dan punggawa tim nasional Swedia, Albin Ekdal.

Albin Ekdal menuntut para pesepak bola di seluruh dunia berani mengatakan orientasi seksual mereka, mencakup untuk mereka yang merupakan homoseksual, ataupun penyuka sesama jenis.

Berdasarkan sang gelandang, sekarang beberapa bintang homoseksual, namun mereka tak berani mengungkapkan jati dirinya. Fenomena ini tidak lepas dari tengah tabunya homosekesual di dunia sepakbola. Fenomena ini juga yang mau didobrak sang pemain berposisi gelandang.

“Akhirnya, selamat datang pemain-pemain gay. Tak ada homoseksual yang berlaga sepakbola, tutur mereka. Nama aku Albin Ekdal dan aku telah berlaga sepakbola di 2 liga paling besar di planet ini. Aku telah berpartisipasi di Euro dan Piala Dunia, namun aku belum sempat berdiri berdampingan dengan bintang homoseksual yang berani terbuka, ” tutur Ekdal pada Sportbladet, Rabu (31/7).

“Masalah ini tak dapat ditunjukan dengan terang-terangan. Namun sepakbola top mendorong kaum homoseksual untuk selalu diam mengenai sesuatu yang mereka alami. Kini kita mesti menyuport mereka supaya merasa jika mereka tak diejek, ” katanya lagi.

“Kita seluruh berkewajiban untuk memastikan jika mereka perlu keberanian akan lebih simpel dan menyenangkan untuk kasih tahu segalanya. Aku tak dapat mengerjakan apapun di samping menyambut, seluruh orang di dunia sepakbola, ” pungkas Ekdal.

La Grande Indonesia Minta Tim nasional Carikan Rival Setara

Kelompok pendukung tim nasional Indonesia, La Grande Indonesia, suka dengan kemenangan 6-0 melawan Vanuatu di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (15/6/2019). Meski begitu mereka memandang sang rival bukanlah kesebelasan setara untuk timnas.

Indonesia memang tak menemui kesusahan kala melawan Vanuatu. Malahan mereka telah unggul cepat via goal Beto Goncalves pada menit perdana. Usai ini performa anak didik Simon McMenemy semakin tak terbendung sampai pada akhirnya menyarangkan 5 goal tambahan.

Menyaksikan jalannya laga, La Grande Indonesia memandang harusnya kesebelasan Garuda dapat melawan kesebelasan yang sepadan di level laga internasional yang masuk kalender FIFA.

“Seharusnya di laga persahabatan FIFA dapat melawan kesebelasan yang sedikit lebih setara ataupun tak yang ada di tempat di atas 100 dunia. Ini harus dikerjakan untuk menambah jam terbang bintang-bintang di turnamen internasional, ” tutur Unggul, salah 1 anggota La Grande Indonesia pada Football5star. com, Sabtu (15/6/2019).

“Walaupun ini hanya laga uji coba harusnya tim nasional dapat mengincar tingkat yang sepadan dengan tim nasional, ” lanjutnya lagi.

Tak ketinggalan, Unggul jua meminta apabila tim nasional Indonesia kasih Simon McMenemy waktu sedikit lebih banyak supaya performa skuat semakin padu.

“Semoga tim nasional tak simpel berganti juru tak-tik lagi supaya performa kesebelasan makin kompak di gelanggang, ”. Adapun kemenangan Garuda pada pertandingan kali ini dicetak via quatrick Beto Goncalves dan dua gol bintang Barito Putera, Evan Dimas.

Banding Ditolak, Chelsea Tetaplah Dilarang Rekrut Pemain

FIFA resmi melonak banding Chelsea yang dikenai suspensi hukuman merekrut pemain sepanjang 2 jendela transfer yang akan datang. Chelsea juga bakal memboyong kasus ini menuju pengadilan tinggi Olah Raga (CAS).

Di bulan Februari kemarin, The Blues mendapat suspensi embargo transfer dan denda senilai 450. 000 Pounds. Larangan ini dijatuhkan sebab Chelsea terbukti melanggar saat mendaratkan sejumlah pemain muda.

“Komite Banding FIFA resmi keberatan banding Chelsea atas suspensi yang diberi oleh komisi disiplin FIFA. Mereka tetap tak dapat mendaftarkan bintang baru di 2 kurun waktu pendaftaran nanti, ” tulis pengakuan resmi FIFA.

“Larangan ini diberlakukan untuk setiap bagian didalam tim. Kecuali kesebelasan wanita dan kesebelasan futsal. Lebih lanjut, mereka tengah dapat menjual bintang. ”

Keputusan ini juga segera mendapat tanggapan melalui manajemen The Blues. Mereka mengakui amat kecewa sebab suspensi embargo transfer masih senantiasa diberlakukan dan akan mengantarkan problem ini menuju pengadilan tinggi Olah Raga (CAS).

“Kami telah mendapat keputusan FIFA yang menganulir, banding kami. Kami merasa amat kecewa sebab suspensi embargo transfer tak dapat mereka batalkan. Kami akan mengantarkan kasus ini menuju CAS. ”

Suspensi embargo transfer ini bakal mengganggu aktivitas The Blues pada bursa transfer nanti. Sebab, mereka mungkin nyaris dipastikan kehilangan Eden Hazard yang bakal menambatkan hatinya menuju Real Madrid.

3 Bintang MU yang Tidak Perlu Disingkirkan Di Musim Panas

Nasib Manchester United bertransformasi drastis usai kehadiran Ole Gunnar Solskjaer. Bekas ujung tombak Setan Merah tersebut balik lagi menuju Old Trafford buat sebagai pengganti Jose Mourinho yang ditendang.

Di bawah tangan dingin Solskjaer, United kini dapat kompetitif berebut tempat 4 besar di Premier League. Di samping itu, mereka pun bisa membikin keajaiban dengan melaju menuju perempat-final Liga Champions usai menghajar PSG.

Nyaris semua bintang telah kembali mendapatkan penampilan paling bagusnya bersama Solskjaer. Paul Pogba, Marcus Rashford serta Romelu Lukaku main keren di bawah bimbingan arsitek dari Norwegia itu.

Walaupun demikian, sejumlah pemain tengah dihubungkan dengan gerbang keluar di tim. Mereka dapat pergi dari Setan Merah di musim transfer pemain pada bursa transfer musim panas tahun besok.

Tapi, tersedia sejumlah pemain yang masih dapat berharga untuk Setan Merah. Sebab itu, mereka tak perlu disingkirkan di bursa transfer musim panas tahun nanti.

Berikut ini 3 bintang Manchester United yang tak perlu disingkirkan di bursa transfer musim panas tahun nanti menurut situs live streaming bola.

Marcos Rojo – Marcos Rojo nyaris tak pernah terlibat di kampanye musim ini sebab bintang Argentina tersebut kerap tidak ikut serta lantaran cedera lutut. Walau dia belum lama balik lagi menuju tim senior, Rojo tidak jadi starter buat Setan Merah semenjak cedera mendatanginya.

Menyusul United mau memburu tambahan bintang buat barisan defensif, Rojo dikatakan siap memberikan jalan buat kehadiran bintang baru. Tapi, harus dicatat jika bintang berumur 28 tahun ini merupakan pemain bertahan yang tangguh, namun tidak sejalan dengan kehidupan di Old Trafford.

Ini kemungkinan nampak aneh mengingat dia telah ada di tim semenjak bursa transfer musim panas tahun 2014, namun ini persoalannya. Rojo merupakan bintang serba bisa yang sanggup berlaga menjadi pemain bertahan sebelah kiri mau pun pemain bertahan tengah.

Rojo dapat kembali bangkit sebagaimana Victor Lindelof di bawah bimbingan Solskjaer. Oleh Sebab itu, United mesti memusatkan perhatian memegang Rojo tetap fit, ketimbang coba melepasnya setidaknya semusim lagi.

Ashley Young – Bila kita membaca ulasan dari website jadwal live streaming bola ini, usai Antonio Valencia dihantam cedera, Ashley Young mengakusisi tugas menjadi leader Manchester United. Bintang Inggris tersebut main menjadi pemain bertahan sebelah kanan akhir-akhir ini serta nampak nyaman bersama tugas itu.

Di usia 33 tahun, United rasa-rasanya bakal melepas Young pergi pada bursa transfer musim panas tahun ini. Tapi mengingat Valencia bakal angkat kaki begitu kampanye musim ini berakhir, kemungkinan bukanlah keputusan yang baik menjual 2 bintang bek sudah banyak jam terbang sekaligus.

Diogo Dalot baru berumur 19 tahun serta kemungkinan dibutuhkan beberapa kampanye musim lagi buat jadi bintang reguler di Old Trafford. Tempat Young di kesebelasan inti amat vital untuk United mengingat mereka terus berduel di banyak turnamen.

Romelu Lukaku – Beberapa pekan silam, Romelu Lukaku nampak kewalahan memperlihatkan penampilan paling bagusnya bareng Setan Merah. Bintang dari Belgia tersebut malahan mesti kehilangan areanya menjadi ujung tombak inti Setan Merah melalui Marcus Rashford.

Seperti dilansir Daily Mail, Lukaku bakal ditukar dengan bintang Inter Milan, Mauro Icardi di penghujung kampanye musim mendatang. Inter dikatakan berminat menggaet Lukaku buat jadi suksesor Icardi yang sedang berseteru bersama tim.

Tapi, Lukaku bisa bangkit. Usai menyarangkan 2 goal melalui 3 laga berturut-turut, kegarangan bintang berumur 25 tahun tersebut telah balik lagi. Ia perlahan-lahan bisa membenarkan biaya kepindahannya yang mencapai 75 juta Pounds dari Everton.

Cedera serta kelelahan akibat Piala Dunia amat memiliki imbas pada penampilan Lukaku bareng Setan Merah. Oleh sebab itu, United mesti setingkat lebih bersabar kepada sang bintang.

Hargreaves Menjadi Bimbang Manchester United Dapat Menembus Liga Champions

Eks gelandang Manchester United, Owen Hargreaves, bimbang Setan Merah bakal menembus menuju Liga Champions kompetisi musim berikutnya. Hal itu disampaikannya usai anak didik Ole Gunnar Solskjaer menerima kekalahan dari Wolverhampton.

Hargreaves bimbang jika Manchester United bakal bangkit pada laga sisa liga. Lebih lanjut, dia jua menyatakan Arsenal bakal terpeleset serta terlempar dari empat besar di klasemen akhir Premier League kompetisi musim ini.

Sekarang, United ada pada tempat ke 6 bersama 61 poin. Cuma berjarak 2 angka dari Arsenal yang menempati tempat ke 4. Mereka dipisahkan oleh Chelsea pada tempat ke 5 yang mengantongi angka serupa kayak The Gunners.

“Aku pernah berkata sebelum Manchester United menerima kekalahan dari Wolves, mereka bakal masih melaju menuju Liga Champions kompetisi musim berikutnya. Namun, saat ini rasa-rasanya pernyataanku seharusnya diubah, ” tutur Hargreaves menurut dikuip melalui Sport Review.

“Menurutku tempat Tottenham bakal aman. Malah Arsenal yang rasa-rasanya bakal terlempar. Performa kandang mereka memang mengesankan. Namun layak diingat, penampilan mereka kala pertandingan tandang sangatlah jelek, ” tutur lelaki yang jua sempat memperkuat Bayern Munich itu.

The Gunners memang telah 2 kampanye musim tidak ikut serta melalui ajang Liga Champions. Penghujung weekend itu, usaha keduanya berlaga di semi final bakal balik lagi di uji kala sambangi kamp Everton. Sedangkan Manchester United seharusnya membagi konsentrasi antar melawan Barcelona pada Liga Champions, serta West Ham 4 hari kemudian.

Nasib Tidak Tentu James Rodriguez, ke Mana Dia Bakal Merapat?

Malang memang benar nasib James Rodriguez. Bintang yang ditransfer sebagai pemain pinjaman Real Madrid menuju Bayern Munich itu tengah tidak tentu kemana dia bakal menambatkan hatinya pada kompetisi musim berikutnya.

Waktu peminjaman James Rodriguez di Bayern Munich usai pada penghujung musim ini, namun begitu Real Madrid rasa-rasanya ogah guna memboyongnya kembali. Kabar football5star. com yang dilansir melalui sportsmole mengungkapkan Real Madrid mungkin bakal menjual James.

Real Madrid dilaporkan bakal memasukan nama bintang dari Kolombia ini ke dalam daftar jual pada bursa transfer musim panas. El Real mematok biaya jual James senilai 50 juta pounds.

Sayangnya biaya itu dinilai beberapa klub yang berminat James terlampau tinggi. Beberapa klub memang mau mendatangkan James pada bursa transfer musim panas nanti.

Napoli jadi satu dari sekian banyak tim yang sungguh-sungguh merekrut pemain berumur 27 tahun itu. Faktor eks manajernya, Carlo Ancelotti di Napoli membuat kesempatan James Rodriguez pindah ke Liga Italia lumayan besar.

Di samping Napoli, 2 tim Liga Inggris Arsenal serta Liverpool jua tertarik merekrut pemain bernomor punggung sepuluh itu.

Karier James memang tidak jelas sejak mengambil keputusan gabung Real Madrid sehabis perhelatan Piala Dunia 2014. Mantan bintang Monaco itu jadi bintang loan semenjak 2017 ataupun kala Zinedine Zidane menangani Los Blancos.

Kesempatan buat James Rodriguez untuk tinggal di Allianz Arena jua terus 50: 50. Sampai minggu ke-27 Bundesliga 1, dia baru saja 18 kali diturunkan oleh juru tak-tik Munich, Niko Kovac.

Lakukan Protes Keras pada Wasit, Pochettino Dihukum FA

Juru tak-tik Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, melakukan protes keras kepada sang pengadil Mike Dean kala skuatnya menerima kekalahan 1-2 dari Burnley pada akhir minggu lalu. Karena protes ini, asosiasi sepakbola Inggris, FA, pada akhirnya menghukum sang juru tak-tik.

Sesaat usai pertandingan di Stadion Turf Mor ini usai Pochettino langsung menghampiri sang pengadil serta melampiaskan amarahnya. Dia memandang sejumlah keputusan Mike Dean merugikan kesebelasannya.

Menyaksikan insiden ini, FA juga mengganjar juru tak-tik dari Argentina ini dengan 2 pelanggaran sekaligus. Mereka memandang apa yang dilakukannya amat tak layak.

“Mauricio Pochettino sudah didakwa bersalah dengan 2 pelanggaran FA yang ada pada peraturan E3 ketika menghadapi Burnley. Diduga bahasa serta sikap pelatih Tottenham Hotspur di penghujung laga di dalam serta luar lapangan sebagai sikap yang tak layak, ” begitu pengakuan resmi FA menurut BBC.

“Dia memiliki waktu sampai 28 Februari jam 18. 00 guna memberikan tanggapan tudingan itu, ” lanjut pengakuan FA itu.

Jika sampai waktu yang ditentukan Pochettino tak bereaksi apapun, bukanlah tak kemungkinan dia bakal tidak ikut serta mendampingi Tottenahm dalam 2 laga ke depan. Selain itu, suspensi berupa denda jua telah menantinya.

Bekas juru tak-tik Southampton ini sebenarnya telah meminta maaf kepada Dean kala konferensi pers berjalan. Dia mengakui terlampau emosi sampai menyalahkan wasit di rumput hijau. Dia jua menyatakan jika hasil negatif Spurs kali itu murni karena penampilan buruk skuatnya.

Arsenal Bungkam Southampton 2-0, Mkhitaryan: Harusnya Kami Bisa Unggul Lebih Banyak

Arsenal mendapat kemenangan 2-0 saat melawan Southampton pada Emirates, Minggu (24/2). Salah satu goal pada pertandingan ini dibukukan oleh sang gelandang, Henrikh Mkhitaryan.

Goal ini sekalian menjadi goal pertama Mkhitaryan untuk Arsenal setelah ia mengalami cedera lama. Tak ayal keberhasilannya itu membuat sang pemain girang. Walau demikian, sang pemain menyayangkan bahwa kesebelasannya yang cuma menang 2-0 seharusnya bisa menyarangkan lebih beberapa gol.

“Hubungan antarpemain amat bagus di partai ini. Namun kami tidak begitu beruntung sebab hanya menyarangkan dua gol. Seharusnya kami dapat menang besar, tapi itulah sepak bola, ” kata bintang asal Armenia itu pada Sky Sports.

“Tidak penting memang apabila kami menyarangkan dua gol, rombongan saya ingin menyarangkan lebih beberapa gol serta membuat suporter senang.

Lebih lanjut eks pemain Manchester United ini menginginkan Arsenal bisa mempertahankan momentum itu. Tak bertanya-tanya ia mendesak timnya guna memenangkan pertandingan vs Bournemouth tengah pekan mendatang.

“Kami perlu hasil itu. Tambahan 3 poin itu sangat vital dan kini kami mau fokus serta melanjutkan momentum ini ketika menghadapi Bournemouth Rabu nanti. Rombongan saya tetap mau berada pada jalur hasil positif dan kerap berjuang hingga akhir kampanye musim, ” lanjutnya.

Bela Lewandowski dari Kecaman Hamann, Salihamidzic Didukung Uli Hoeness

Uli Hoeness, Orang nomor 1 di Bayern Munich, menyuport tindakan Direktur Olahraga Hasan Salihamidzic yang menyerang kembali Dietmar Hamann. Ia menganggap lelaki dari Bosnia-Herzegovina ini memang telah semestinya membela bintang-bintang Bayern.

Salihamidzic meluncurkan kecaman balik pada Dietmar Hamann yang mengatakan Robert Lewandowski jadi problem untuk Bayern. Hal tersebut tak pelak menyebabkan kontroversi. Ia dianggap tidak semestinya menyerang Hamann yang bekerja sebagai pengamat di Stasiun Televisi Sky.

Namun begitu, Uli Hoeness malah memberi suport. “Bayern selama beberapa tahun senantiasa relatif sabar meladeni kecaman. Tapi, ini jelas ada batasnya. Aku rasa Hasan berusaha membela para pemainnya serta ini memang prioritasnya. Jujur saja, aku amat mengagumi hal tersebut, ” terang sang presiden tim menurut dilansir Football5Star. com melalui Sport1.

Tingkah laku Uli Hoeness itu tak mengejutkan. Sebelumnya, eks juru tak-tik Bayern, Ottmar Hitzfeld, menganggap sang orang nomor 1 di klub juga bakal berbuat hal yang serupa dengan Salihamidzic.

“Itu memang kewajibannya (Salihamidzic), ” tutur Hitzfeld pada Focus, Selasa (12/2). “Dia juga mencoba menguatkan serta melindungi bintang-bintang. Inilah kewajibannya. Uli Hoeness bakal bereksi sama. Aku sudah berkerja bersama dirinya serta tidak ada yang berani mengomentari bintang sebagaimana ini. ”

Secara pribadi, Hitzfeld yang bertugas bersama Uli Hoeness di penghujung 1990-an sampai dasawarsa awal 2000-an, memang tidak sepakat dengan esensi kecaman Hamann pada Lewandowski. Untuk Hitzfeld, ujung tombak tim nasional Polandia itu tidak ubahnya garansi hidup untuk tim yang dijuluki Die Roten.