Draxler Memutuskan Tidak Pikirkan Bayern Munchen

Draxler Memutuskan Tidak Pikirkan Bayern Munchen

Draxler Memutuskan Tidak Pikirkan Bayern Munchen – Julian Draxler bersikeras jika dia sama sekali tak memperdulikan gosip yng menghubungkan ia dg perpindahan dr PSG menuju Bayern Munchen. Berita bola yg mengaitkan punggawa Jerman dgn kepindahan menuju ke raksasa Bundesliga makin muncul pada sejumlah minggu terakhir, di mana ia dikabarkan bakal merupakan penerus Franck Ribery, yng komitmennya bakalan selesai musim depan.

Tapi begitu, Draxler, yg baru bersepakat dg PSG pd Januari 2017, mengungkapkan bila sekarang dirinya bisa konsentrasi pada kesebelasan Ligue 1, yng sedang memimpin 4 poin dri Monaco di atas klasemen.

“Sy tidak memperhatikan tentang meninggalkan tim pd musim salju ataupun musim panas,” ungkapnya pada Goal. “Aku lagi menggeluti musim bersama dengan PSG & sy konsen dgn target yg rombongan saya miliki.”

“Sy merasa gak cocok tuk memperhatikan masa depan kami saat ini. Tetapi, jelas aja, Bundesliga kerap fantastis.” Draxler telah turun 39 x tuk PSG, menyarangkan 12 goal & menghempaskan 7 umpan.

Ex Pelatih Inggris Ingin Pegang Liverpool

Eks boss Inggris & Manchester City, Sven-Goran Eriksson, mengaku jika dia bakal nyaman bila mendapatkan peluang melatih klub Liga Inggris, Liverpool. Laki-laki Swedia tersebut kala ini sedang nganggur setelah sebelumnya pernah meneruskan karir manajerialnya di Liga Tiongkok.

Pada umurnya yg masuk kedalam 69 th, Eriksson pernah melatih tim nasional Inggris kira-kira 2001 & 2006, menghantarkan mereka ke fase perempat final di 3 ajang yang tidak sama. Tapi karena sekarang karirnya lagi turun, Eriksson mengaku bila berada sebuah kesibukan akhir yng pingin dirinya peroleh.

“Sy bakalan dg puas mengelola Liverpool,” ungkap Eriksson kepada Sportsmole. “Sy telah menjadi pendukung Liverpool semenjak lama. Telah lama sy ngefans Liverpool, demikian juga dgn ayah aku.”

Eriksson lalu mengingat balik saat-saat di mana dia masih kerja di Inggris dengan mengatakan demikian: “Seluruh punggawa Inggris bukanlah pesepakbola yg sukar diseting, ataupun dijemput berlatih. Mereka semuanya pingin bertanding sepak bola, puas berlaga bola, n semua patuh. Sya merasa ini sebab kebiasaan dr tim.”

“Aku sangat sukar saat ada di Italia. Terdapat selisih besar. Sy tidak mendapati problem apa-apa di Inggris. Pastinya saja pada saat kamu mencadangkan mereka, seluruh bakal kesal serta mau berlaga. Tetapi gampang betul mengelola punggawa Inggris.”

Saran Materazzi Tuk Bakar Semangat Italia

Kampiun trofi Gelar Dunia 2006, Marco Materazzi memberikan pesan tuk membakar mental Italia jelang leg ke-2 play-off Piala Dunia 2018 vs Swedia Pada minggu ini. Italia sungguh sedang membutuhkan support masyarakat tuk dapat melaju ke Rusia th besok.

Pekerjaan keras sudah nunggu tim didikan Giampiero Ventura itu usai catatan buruk pada leg ke-1 yg diselenggarakan di Swedia. Di leg ke 2 ini, Azzurri diharuskan meraih kemenangan dg kedudukan paling sedikit 2-0 demi dapat melaju, sebab dari data situs Livescore ini, pd leg perdana nya takluk 0-1.

“Kadang-kadang ini tidaklah mengenai cara yng diperhitungkan, tak pun dgn periode lampau & yg sangat penting gak masalah siapa yng bakal bertanding,” kata Materazzi. “Esok, kalian bakalan berlaga, ada punggawa yg melangkahkan kakinya di arena pertandingan & terdapat pesepakbola yng menyediakan semangat dr luar, yg kadang-kadang tersebut sedikit berharga dri punggawa yng berada di atas gelanggang.”

“San Siro sanggup mendapat suatu Penampilan yg bisa boleh dirasakan oleh masyarakat yng sudah mengetahuinya, menjadi yuk anda berikan sokongan dr m awal s.d penghujung pertarungan, mereka bakal menampilkan semuanya, menunjukan yg terbeken tuk tim nasional Italia. Hati, kepuasan, dan… Forza Ragazzi,” sambungnya.